Sejarah

Rumah Sakit Paru Batu didirikan pada tahun 1912 pada masa penjajahan Belanda dengan pelayanan rawat jalan untuk penyakit paru yang berlokasi di kota Batu.
Pada tanggal 20 Maret 1934 dibuka ruang perawatan (Rawat Inap) yang diresmikan oleh Mas Soemarto (Patih Kabupaten Malang), JA Seven (Poning Master), de Ruyter de Wild (Voorith Bob) dan dikenal dengan nama “SANATORIUM”.
Pada masa penjajahan Belanda, Rumah Sakit Paru dikuasai oleh Pemerintah Belanda dan dijadikan Rumah Sakit Belanda. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Rumah Sakit Paru diserahkan sepenuhnya ke Republik Indonesia khususnya ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan pada Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 37 Tahun 2000 dan Keputusan Gubernur Nomor 26 Tahun 2002 Rumah Sakit Paru ditetapkan sebagai salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : YM.02.04.3.3.3228 pada tanggal 4 Juli 2007 diberikan ijin penyelenggaraan Rumah Sakit Khusus dengan nama Rumah Sakit Paru (RSP) Batu dan pada tanggal 29 Desember 2009 berdasarkan pada Keputusan Gubernur Nomor : 118/259/kpts/013/2009 Rumah Sakit Paru Batu ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan berstatus BLUD penuh.
Sejarah rumah sakit ini akan terus berlanjut dan terus terukir generasi per generasi. Keberhasilan, kemajuan serta perkembangan rumah sakit ini bisa terwujud karena adanya gotong royong dan semangat tinggi dari seluruh warga RSU Karsa Husada Batu. Semangat RSU Karsa Husada Batu. Sukses!!